Sabtu, 27 Juli 2019

MALAM INAGURASI KKN 97 UTM

  
foto peserta kkn bersama kades dan perangkat desa

   Kamis (25/07/2019) KKN 97 UTM menutup kegiatan kuliah kerja nyata di desa Pademawu Barat dengan mengadakan puncak malam inagurasi. Malam inagurasi ini diadakan di balai desa Pademawu Barat selepas isya. Acara tersebut dibuka dengan penampilan hadrah dari dusun Tegalsari, untuk menarik perhatian masyarakat untuk hadir dalam acara inagursi dari KKN 97 UTM. Ternyata antusiasme masyarakat sangatlah besar dalam acara malam inagurasi KKN 97 UTM.

     Malam inagurasi kali ini bertema islami dengan menampilkan grup hadrah dan tari saman dari dusun Tegalsari. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UTM. Kemudian dilanjutkan dengan membaca istighosah bersama para undangan dan masyarakat yang sudah hadir. Dalam sambutan dari kepala desa mengucapkan terima kasih karena sudah ada kegiatan kkn yang sedikit banyak memberi perubahan menjadi lebih baik terhadap desa Pademawu Barat. 
foto saat kades memberikan sambutan

    Pada malam inagurasi juga terdapat pembagian hadiah lomba yang telah diadakan minggu-minggu sebelumnya pada festival desa. Sebagai apresiasi terhadap juara membaca puisi dan tartil, diikutsertakan tampil dalam malam inagurasi. Dalam penutupan acara juga terdapat kesenian macanan yang diiringi musik rampak naong yang dapat  menghibur para tamu undangan.

Pemasangan papan nama kepala dusun

     Salah satu program kerja kelompok KKN 97 UTM ialah pembuatan plang(petunjuk). Pembuatan plang ini bertujuan untuk petunjuk rumah setiap kepala dusun yang ada di desa Pademawu Barat yang berjumlah Tujuh dusun. Tujuh dusun tersebut antara lain dusun Tegalsari, Paninggin, Karang dalam, Asempitu, Mungsapada, Darma, dan juga Kertek.


     Plang(petunjuk) yang dibuat peserta KKN untuk rumah Kepala dusun berbahan dasar kayu dengan warna cat dasar putih dan bertuliskan warna hitam. Selain pembuatan plang kepala dusun, ada saran dari kepala desa untuk juga dibuatkan plang bertulis dilarang buang sampah sembarangan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengguna jalan yang membuang sampah sembarangan dipinggir jalan utama.
foto plang dilarang buang sampah

Kamis, 25 Juli 2019

BERSIH DESA

 
foto saat membersihkan bakal gor

      Kegiatan bersih desa Pademawu Barat dilaksanakan setiap hari jumat. Kegiatan bersih desa adalah salah satu program kerja kelompok KKN 97. Didalam program kerja ini peserta KKN kelompok 97 mengajak masyarakat sekitar dan perangkat desa untuk melakukan kegiatan bersih dengan membersihkan saluran air, area balai desa, dan lokasi bakal gedung olah raga.
      Pada jumat minggu pertama kegiatan bersih desa difokuskan di lokasi bakal gor. Kegiatan tersebut mengajak masyarakat sekitar, kepala desa, dan juga para perangkat. Di lokasi bakal gor kegiatan bersih desa yang dilakukan ialah membersihkan rumput liar dan kayu-kayu bekas dari area bakal gor.Pada jumat minggu ke-2 kegiatan bersih desa dilakukan di dusun Karang dalam dengan membersihkan saluran air dari rumput liar dan pendangkalan saluran air agar supaya pembuangan air bisa lancar dan tidak menggenang disatu titik lokasi saja.

foto saat membentu renovasi balai

foto saat membersihkan selokan air

     Sedangkan pada jumat minggu ke-3 kegiatan bersih desa dilakukan di area balai desa dengan membantu proses renovasi balai dan juga melakukan pembersihan jembatan dari cabang-cabang bambu yang mengganggu pemandangan dan kenyananan yang berada didusun Kertek.
      Hari jumat terakhir sebelum meninggalkan lokasi KKN yang berada di balai desa. Peserta KKN melakukan pembersihan balai desa yang sekaligus menjadi tempat posko KKN kelompok 97 UTM.

Rabu, 24 Juli 2019

PENGECATAN JEMBATAN DUSUN KERTEK

   
foto jembatan setelah dicat

     Pada hari jum'at (19/07/2019) peserta KKN kelompok 97 UTM melakukan salah satu program kerjanya yaitu pengecatan ulang pagar jembatan yang berada didusun Kertek. Kondisi jembatan yang sudah penuh karat adalah alasan kelompok 97 ingin melakukan pengecatan. Jembatan tersebut terbuat dari rangka besi dengan alas kayu dan bambu. 
     Berhubung akan mendekati bulan Agustus yang identik dengan perayaan HUT Republik Indonesia maka pengecatan jembatan berwarna merah dan putih. Pengecatan dilakukan oleh peserta KKN kelompok 97 dengan bergotong royong saling bahu membahu sesuai amalan pancasila sila ke-3. Tahap awal tentunya dengan menghaluskan permukaan besi yang kasar karena karat yang selanjutnya langsung dicat. Pengerjaan kurang lebih memakan waktu 2 hari yang dimulai hari kamis dan selesai hari jum'at. Respon masyarakat yang melintasi jembatan pun sangat senang karena jembatan yang biasa mereka lewati yang dulunya berkarat kini sudah berubah menjadi merah putih.

foto proses pengecatan


MEMBANGUN BUDAYA LITERASI ANAK DESA


   
foto saat anak-anak membaca buku di perpusdes

     Pemberdayaan masyrakat desa sangatlah penting dilakukan agar kualitas sumber daya manusia  didesa Pademawu Barat dapat meningkat. Disini sasaran utamanya ialah anak-anak berumur 7-15 tahun dengan membangun budaya literasi di desa dan menciptakan generasi muda yang gemar membaca buku, karena buku adalah jendela dunia. Dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan desa di area balai desa.
     Dalam membangun budaya literasi desa ini, kelompok KKN 97 mengajak anak-anak lingkup desa untuk datang dan nonton bareng film edukasi tentang pentingnya membaca buku. Upaya ini dilakukan setiap minggunya agar anak-anak terbiasa untuk datang ke balai desa untuk membaca buku yang sudah tersedia di perpustakaan desa.
     Salah satu misi desa adalah menciptakan masyarakat yang sadar akan pendidikan, dengan melakukan upaya tersebut agar anak-anak sebagai generasi muda untuk mencintai dan gemar membaca buku. Selain melakukan nonton bareng film edukasi, kelompok KKN 97 juga mendekorasi ulang ruang perpustakaan desa agar terlihat lebih menarik agar bisa membuat betah pengunjung untuk berlama-lamaan membaca buku.

foto anak-anak membaca buku

PELATIHAN PRODUK UNGGULAN DAN SOSIALISASI PEMASARAN ONLINE

   


foto bersama seusai pelatihan

          Pelatihan produk unggulan yang diadakan kelompok KKN 97 UTM pada minggu (21/07/2019) di Desa Pademawu Barat ialah pelatihan pembuatan nugget pisang. Sasaran pelatihan ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam PKK serta masyarakat sekitar balai. Yang menjadi alasan utama kelompok KKN 97 memilih bahan dasar pisang adalah mengingat melimpahnya tanaman pisang di hampir seluruh dusun di Desa Pademawu Barat.
foto saat melakukan demo memasak

    Dalam pelatihan yang diadakan pada kali ini tidak hanya memberikan pelatihan cara pembuatannya tetapi juga cara memasarkannya lewat online. Di Era digital saat ini masyarakat khususnya masyarakat di Desa pademawu barat dirasa perlu wawasan perdagangan secara online atau transaksi jual beli via online tanpa harus bertatap muka. Akan tetapi karena minimnya pengetahuan mengenai perdagangan online menyebabkan masyarakat enggan untuk memasarkan hasil karya atau dagangannya melalui online. Maka dari itu kelompok KKN 97 turut serta mengundang beberapa orang yang tergabung dalam komunitas bukalapak madura. Fakhur Rozi, selaku pembicara dari komunitas bukalapak madura mengungkapkan perlunya pemahaman dan pemanfaatan media saat ini untuk menunjang perekonomian masyarakat desa. Dalam acara pelatihan kemarin peserta pelatihan diberi wawasan tentang marketplace bukalapak cara transaksi yang aman, cara pengoperasiannya, dll. Diharapkan setelah kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian di desa Pademawu Barat.

     Dalam pelatihan tersebut dipakailah pisang hasil kebun warga dusun Kertek Pademawu Barat. Alasan membuat olahan nugget pisang tidak lain karena hasil kebun pisang warga  sangatlah melimpah dan hanya dijual berupa pisang saja, jadi untuk menambah nilai jual pisang tersebut dibuatlah olahan nugget pisang. Untuk target pemasaran nugget pisang ini ialah seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi pengelola restoran yang membutuhkan cemilan yang masih berupa frozen, dan harga yang dipatok dalam satu kemasan yang berisi 6 potong ialah Rp.8.000. Dalam pelatihan tersebut dijelaskan cara pembuatannya sebagai berikut :
1. Mengupas dan menghancurkan pisang terlebih dahulu
2. Mencampurkan pisang yang sudah dihaluskan dengan gula dan tepung
3. Mengukus adonan pisang kurang lebih 30 menit
4. Setelah matang adonan didinginkan terlebih dahulu sebelum dipotong potong
5. Melumuri potongan adonan yang sudah matang dengan tepung panir
6. Siap dikemas dalam wadah plastik dan ditaruh dalam frezer
Foto produksi nugget pisang :

Foto adonan setelah dikukus

       
Foto saat adonan dilumuri tepung panir

Foto nugget pisang siap dikemas

Foto desain produk nugget pisang


Selasa, 23 Juli 2019

PRODUKSI GERABAH

    Gerabah merupakan kerajinan tangan berbahan dasar tanah liat. Gerabah ini merupakan salah satu produk unggulan desa Pademawu Barat. Gerabah tersebut dibuat oleh tangan mbah Supar yang berumur 74 tahun warga dusun Asampitu. Mbah Supar mungkin hanya satu-satunya orang yang memproduksi gerabah di desa Pademawu Barat ini. Beliau mulai belajar membuat gerabah secara otodidak pada tahun 1961. Dari kesenangannya membuat gerabah tersebut mbah Supar mulai memproduksi gerabahnya yang kemudian dikirimnya hasil tersrbut ke Bali pada tahun 1977.
     Hingga akhirnya sampai pada kejayaannya gerabah produksi mbah Supar mulai dikirim ke manca negara hingga ke Australia dan Amerika pada tahun 1995. Proses ekspor gerabah tersebut merupakan kerja sama dengan pihak perantara dikarenakan mbah Supar yang tidak mengerti masalah ekspor, namun kerjasama tersebut tidak berjalan lama sehingga mbah Supar kembali memasarkan ke Bali lagi. Sampai saat ini gerabah buatan mbah Supar masih diminati terbukti sampai saat ini mbah Supar masih memproduksi gerabah dan menerima pesanan dari kantor pemerintahan, sekolah, instansi swasta dan yang lainnya.
foto bersama mbah Supar

   Hasil gerabah karya mbah Supar banyak macamnya mulai dari cobek, asbak, pot bunga, gentong air, dll. Untuk pembuatannya sendiri dimulai dengan menyiapkan bahan baku tanah liat yang sudah di bersihkan dari kotoran dan untuk membentuknya dperlukan alat putar dan air. Setelah pembuatan gerabah selesai tentunya gerabah harus dijemur dulu sebelum masuk ke pembakaran.

foto gerabah mbah Supar

MALAM INAGURASI KKN 97 UTM

   foto peserta kkn bersama kades dan perangkat desa    Kamis (25/07/2019) KKN 97 UTM menutup kegiatan kuliah kerja nyata di desa P...